hyunjae's Blog

no bashing,,,wajib komen kalo baca ato ngambil gambar,,and no copas…pembajakan dilarang..thank you..

hidrogenasi minyak dan lemak

on 01/17/2010

sebelumnya aq pernah janjiin untuk masukin tugas yang akhirnya selesai dalam masa 2 hari itu…hihihi….

walaupun masih panjang cerita dibalik tu tugas tapi ya sudah lah…mari dilupakan saja….

ini adalah tugas mata kuliah “pengilangan minyak bumi dan nabati”. semoga apa yang aq share ini dapat bermanfaat trus aq bisa dapat pahalanya deh….hehehehe

oke,,langsung ajjaa check this out…

btw,,jangan lupa leave komeng ya…. biar bisa diperbaiki kalo ada yang salah walaupun ni tugas udah dikumpul and udah ujian malah…

silence reader…. walau pun kalian ga pernah leave komeng,,, untuk yang ini aq rela kok,,mengingat ini ilmu,, walaupun aq ngerjainnya mati-matian. boong banget,,dalam hati ngutuk tu.

pertama-tama mau ngasih ucapan terima kasih dulu untuk Allah SWT dan 2 orang teman : barkatul aulia dan maulia rayana yang sama2 ga jadi pulang kampung karena mata kuliah ini..hehehe…thanks pren..

HIDROGENASI MINYAK DAN LEMAK

Makalah ini Disusun Untuk Melengkapi Tugas Pengilangan Minyak Bumi dan Nabati

Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Riau, Tahun 2009

O l e h :

Mahfirani Masyithah   (0807121103)

Barkatul Aulia             (0807121133)

Maulia Rayana            (0807121131)

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK KIMIA

F A K U L T A S   T E K N I K

UNIVERSITAS RIAU

PEKANBARU

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang dengan rahmat serta karunia-Nya lah makalah ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

Tujuan dari pembuatan makalah yang berjudul “Hidrogenasi Minyak Dan Lemak” ini adalah agar para mahasiswa lebih memahami tentang hidrogenasi dalam pengolahan minyak dan lemak.

Dalam pembuatan makalah ini tentu banyak hambatan dan rintangan, diantaranya adalah pada pencarian sumber atau bahan serta waktu yang sangat terbatas dalam  menyusun makalah, dan hal-hal lainnya yang mungkin tidak perlu disebutkan.

Ucapan terima kasih kami untuk pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah, terutama kepada teman-teman yang membantu dalam proses penyelesaian makalah ini, selanjutnya terima kasih kepada dosen yang telah membimbing kami.

Kritik dan saran sangat kami perlukan demi kesempurnaan makalah ini. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.Amin.

Pekanbaru, 27 Desember 2009

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI. ii

BAB I PENDAHULUAN.. 3

1.1 Minyak dan Lemak. 3

1.2 Klasifikasi Lemak dan Minyak. 3

1.3 Pengolahan Minyak dan Lemak. 5

BAB II PEMBAHASAN.. 1

2.1 Hidrogenasi 1

2.2 Proses hidrogenasi pada minyak atau lemak. 1

2.3 Faktor-faktor yang memengaruhi proses hidrogenasi 2

2.4 Katalisator pada proses hidrogenasi 3

2.5 Pembuatan hidrogen. 3

2.6 Pembuatan mentega dalam skala produksi 4

2.7 Kekurangan hidrogen sebagai sebuah bahan untuk mengeraskan lemak dan minyak  5

BAB III PENUTUP. 6

Kesimpulan. 6

Daftar pustaka. 7

BAB I

PENDAHULUAN

ini nggak aq edit lagi karena udah capek….lo aja yang edit ndiri,,oke…

tolong jangan hotlink,,,jadi tolong dicantumkan di daftar pustaka.

terima kasih..:)

1.1 Minyak dan Lemak

Lemak dan minyak sebagai bahan pangan yang dibagi menjadi dua golongan, yaitu 1) lemak yang siap dikonsumsi tanpa dimasak (edible fat consumed uncooked) misalnya mentega, margarin serta lemak yang digunakan dalam kembang gula, dan 2) lemak yang dimasak bersama bahan pangan atau dijadikan sebagai medium penghantar panas dalam memasak bahan pangan misalnya minyak goreng.

Lemak dan minyak yang dapat dimakan (edible fat), dihasilkan oleh alam yang dapat bersumber dari bahan nabati atau hewani. Dalam tanaman atau hewan, minyak tersebut berfungsi sebagai sumber cadangan energi.

1.2 Klasifikasi Lemak dan Minyak

Minyak dan lemak dapat diklasifikasikan berdasarkan sumbernya, yaitu :

  1. Bersumber dari tanaman
    1. Biji-bijian palawija: minyak jagung, biji kapas, kacang, rape seed, wijen, kedelai, dan bunga matahari.
    2. Kulit buah tanaman tahunan: minyak zaitun dan kelapa sawit.
    3. Biji-bijian dari tanaman harian: kelapa, cokelat, inti sawit, babassu, cohune dan lain sebagainya.
  2. Bersumber dari hewani
    1. Susu hewani peliharaan: lemak susu.
    2. Daging hewan peliharaan: lemak sapi dan turunannya oleostearin, oleo oil dari oleo stock, lemak babi dan mutton tallow.
    3. Hasil laut: minyak ikan sarden serta minyak ikan paus.
  3. Berdasarkan strukturnya
    1. Lemak sederhana (simple lipids)
    2. Ester lemak – alkohol
    3. Contohnya : ester gliserida, lemak, dan malam.
    4. Lemak komplek (composite lipids & sphingolipids)
    5. Ester lemak – non alkohol
    6. Contohnya : fosfolipid, glikolipid, aminolipid, lipoprotein.
  4. Berdasarkan kejenuhannya
    1. Asam lemak jenuh
    2. Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung ikatan tunggal pada rantai hidrokarbonnya. Asam lemak jenuh mempunyai rantai zig-zig yang dapat cocok satu sama lain, sehingga gaya tarik vanderwalls tinggi, sehingga biasanya berwujud padat. Contohnya ialah : asam butirat, asam palmitat, asam stearat.
    3. Asam lemak tak jenuh
    4. Asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung satu ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya . asam lemak dengan lebih dari satu ikatan dua tidak lazim,terutama terdapat pada minyak nabati,minyak ini disebut poliunsaturat. Trigliserida tak jenuh ganda (poli-unsaturat) cenderung berbentuk minyak. Contohnya ialah : asam oleat, asam linoleat, dan asam linolenat.
  5. Berdasarkan sifat mengeringnya, minyak dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
    1. Minyak tidak mengering (non drying oil)
    2. Tipe minyak zaitun, yaitu minyak zaitun, minyak buah persik, inti peach dan minyak kacang.
    3. Tipe minyak rape, yaitu minyak biji rape dan minyak biji mustard.
    4. Tipe minyak hewani, yaitu minyak babi.
    5. Minyak nabati setengah mengering, misalnya: minyak biji kapas dan minyak biji bunga matahari.
    6. Minyak nabati mengering, misalnya minyak kacang kedelai biji karet, zaitun, minyak buah persik, minyak kacang, dan minyak sapi

Klasifikasi lemak nabati berdasarkan sifat fisiknya (sifat mengering dan sifat cair), sebagai berikut:

No Kelompok Lemak Jenis Lemak/ Minyak
1.

2.

Lemak (berwujud padat)

Minyak (berwujud cair)

  1. Tidak mengering (non drying oil)
  2. Setengah mengering (semi drying oil)
  1. Mengering (drying oil)
Lemak biji cokelat, inti sawit, cohune, babassu, tengkawang, nutmeg butter, mowwah butter dan shea butter

Minyak zaitun, kelapa, inti zaitun, kacang tanah, almond, inti alpukat, inti plum, jarak rape dan mustard.

Minyak dari biji kapas, kapok, jagung, gandum, biji bunga matahari, eroton dan urgen.

Minyak kacang kedelai, safflower, argemone, walnut, biji poppy, biji karet, penilla, lin seed dan candle nut.

Jenis minyak mengering (drying oil) adlah minyak yang mempunyai sifat dapat mengering jika kena oksidasi, dan akan berubah menjadi lapisan tebal, bersifat kental dan membentuk sejenis selaput jika dibiarkan di udara terbuka. Istilah minyak “setengah mengering” berupa minyak yang mempunyai daya mengering lebih lambat.

1.3 Pengolahan Minyak dan Lemak

Pada pengolahan minyak dan lemak, pengerjaan yang dilakukan tergantung pada sifat alami minyak atau lemak dan juga tergantung dari hasil akhir yang dikehendaki. Pengolahan minyak diawali dengan pengambilan minyak dari bahan alam yaitu dengan cara ekstraksi, adapun cara ekstraksi bermacam-macam, yaitu rendering (dry rendering dan wet rendering), mechanical expression dan solvent extraction. Kemudian dilanjutkan dengan pemurnian minyak yaitu untuk menghilangkan rasa dan bau yang tidak enak dan memperpanjang masa simpan minyak baik sebelum dikonsumsi atau digunakan sebagai bahan mentah dalam industry. Pemurnian minyak dilakukan dengan cara, pemisahan bahan berupa suspense dan dispersi koloid (penjernihan), pemisahan asam lemak bebas pemucatan, dan deodorisasi. Untuk mengurangi tingkat ketidakjenuhan minyak dan lemak dilakukan hidrogenasi. Diagram dibawah ini menggambarkan mengenai pengolahan minyak dan lemak secara umum.

Gambar.1 Skema pengolahan minyak dan lemak (Bailey, 2005)

Dalam makalah ini menjelaskan tentang proses hidrogenasi yang terjadi dalam pengolahan minyak dan lemak, dan sebagai contoh diambil proses pembuatan mentega.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Hidrogenasi

Hidrogenasi adalah istilah yang merujuk pada reaksi kimia yang dihasilkan dengan adisi hidrogen (H2). Proses ini umumnya terdiri dari adisi sepasang atom hidrogen ke sebuah molekul. Penggunaan katalis diperlukan agar reaksi yang berjalan efisien dan dapat digunakan; hidrogenasi non-katalitik hanya berjalan dengan kondisi temperatur yang sangat tinggi. Hidrogen beradisi ke ikatan rankap dua dan tiga hidrokarbon.

Hidrogenasi merupakan reaksi hidrogen dengan senyawa organik, Reaksi ini terjadi dengan penambahan hidrogen secara langsung pada ikatan rangkap dari molekul yang tidak jenuh sehingga dihasilkan suatu produk yang jenuh. Proses hidrogenasi merupakan salah satu proses yang penting dan banyak digunakan dalam pembuatan bermacam-macan senyawa organik. Industri yang menggunakan proses hidrogenasi antara lain adalah industri sorbitol methanol, margarine, ammonia dan lain-lainnya Kebanyakan hidrogenasi menggunakan gas hidrogen (H2), namun ada pula beberapa yang menggunakan sumber hidrogen alternatif; proses ini disebut hidrogenasi transfer. Reaksi balik atau pelepasan hidrogen dari sebuah molekul disebut dehidrogenasi. Reaksi di mana ikatan diputuskan ketika hidrogen diadisi dikenal sebagai hidrogenolisis.

Hidrogenasi berbeda dengan protonasi atau adisi hidrida; pada hidrogenasi, produk yang dihasilkan mempunyai muatan yang sama dengan reaktan. Contoh reaksi hidrogenasi adalah hidrogenasi lemak tak jenuh menghasilkan lemak jenuh, dan kadang pula lemak trans.

2.2 Proses hidrogenasi pada minyak atau lemak

Proses hidrogenasi pada minyak atau lemak terutama bertujuan untuk membuat minyak atau lemak bersifat plastis. Adanya penambahan hidrogen pada ikatan rangkap, akan menjadikan minyak atau lemak dengan bantuan katalisator akan menyebabkan kenaikan titik cair. Juga dengan hilangnya ikatan rangkap, akan menjadikan minyak dan lemak tersebut akan tahan terhadap proses oksidasi.

Proses hidrogenasi bertujuan untuk menjernihkan ikatan dari rantai karbon asam lemak atau minyak Setelah proses hidrogenasi selesai, minyak didinginkan dan katalisator dipisahkan dengan disaring. Hasilnya adalah minyak yang bersifat plastis atau keras, tergantung pada derajat kejenuhan. Adapun mekanisme reaksi hidrogenasi adalah sebagai berikut:

Pemanasan akan mempercepat jalannya reaksi hidrogenasi. Pada temperature sekitar 400°F(205°C) dicapai kecepatan reaksi maksimum. Juga penambahan tekanan dan kemurnian gas hydrogen yang dipergunakan akan menaikkan kecepatan reaksi proses hidrogenasi. Dalam proses hidrogenasi tersebut karbon monoksida dan sulfur merupakan katalisator beracun yang sangat berbahaya.

2.3 Faktor-faktor yang memengaruhi proses hidrogenasi

Hidrogenasi asam-asam lemak dalam trigeliserida tidak merupakan suatu fungsi dari letak asam lemak tersebut. Persentase berat dari asam lemak dalam 2 posisi tidak berubah selama hidrogenasi. Persentase berat asam lemak pada 2 posisi sedikit berubah, jika dilakukan proses hidrogenasi berlebih, yang bertujuan untuk mengeliminir asam linoleat dan mereduksi asam linolenat hingga berkurang 25 persen dari jumlah semula. Asam lemak tidak jenuh yang terpenting dari minyak makan adalah asam oleat. Sebelum asam oleat tersebut diubah menjadi asam stearat, asam oleat cenderung akan menjadi asam isooleat, tetapi pada kondisi hidrogenasi yang sesuai, terbentuk asam isooleat dapat dihindarkan. Biasanya pada pembuatan mentega putih dengan cara hidrogenasi ini, asam yang terdapat pada minyak sebagai sisia dari pengolahan sebelumnya, akan dihidrogenasi terlebih dahulu. Pemisahan dan pembentukan asam iso oleat akan dibantu dengan pemanasan pada suhu tinggi, konsentrasi katalisator yang tinggi serta pengadukan dan penggunaan tekanan yang rendah.

Kecepatan reaksi tergantung pada sifat alamiah substansi yang dihidrogenasi, sifat dan konsentrasi katalis, konsentrasi hydrogen dan suhu, tekanan dan frekuensi pengadukan.

Pada pembuatan mentega putih, kondisi dipilih sedemikian rupa sehingga akan menghasilkan asam stearat dengan jumlah maksimum dan asam iso-oleat berjumlah minimum.

2.4 Katalisator pada proses hidrogenasi

Umumnya, tidak ada reaksi antara H2 dengan senyawa organic  yang terjadi di bawah 480 ° C terjadi antara H 2 tanpa adanya katalis logam. Katalisator untuk proses hidrogenasi adalah platina, palladium dan nikel, dimana platina dan palladium  membentuk katalis yang sangat aktif, yang dapat mengkatalis pada suhu dan tekanan rendah. Tetapi berdasarkan pertimbangan ekonomis, hanya nikel yang umum digunakan sebagai katalisator hidrogenasi walaupun nikel dapat mengkatalis pada suhu yang lebih tinggi dari platina dan palladium.

Katalis hidrogenasi digolongkan menjadi dua, yaitu katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis homogen larut dalam pelarut yang berisi substrat tak jenuh. Katalis heterogen adalah berbentuk padat yang tersuspensi di pelarut dengan substrat atau dengan gas substrat.

Nikel mungkin juga mengandung sejumlah kecil Al dan Cu yang berfungsi sebagai promoter dalam proses hidrogenasi minyak.

2.5 Pembuatan hidrogen

Hydrogen yang dipergunakan pada proses hidrogenasi dibuat dengan proses elektrolisa dan proses steam iron. Proses elektrolisa yang dilakukan sangat sederhana, yaitu dengan larutan natrium hidroksida encer. Cara ini dapat menghasilkan hydrogen yang murni. Cara steam iron adalah proses pembuatan hydrogen yang mengikutsertakan proses reduksi dan oksidasi dari besi panas dalam dapur api yang dipanaskan pada suhu 1500°F-1700°F (815,5°C-926,5°C). uap yang dipergunakan dialirkan secara berlebihan melalui besi panas. Oksigen pada uap akan bercampur dengan besi dan akan membebaskan hydrogen. Pada tahap akhir dari siklus uap, gas biru yang terbentuk dari uap akan menghembus melalui alat pemanas dan terus menembus melalui besi panas untuk mereduksi logam besi yang telah teroksidasi. Kelebihan dari reduksi gas dialirkan melalui besi yang telah teroksidasi. Kelebihan dari reduksi gas dialirkan melalui besi yang panas dan dibakar dalam checkerwork. Pengurangan gas dilakukan dengan jalan mengalirkan gas tersebut melalui bagian atas dapur api, sedangkan uap untuk membuat hydrogen dimasukkan melalui bagian bawah dapur api.

Hydrogen yang dihasilkan pada proses steam iron kurang murni untuk dipakai pada proses hidrogenasi minyak atau lemak makan, karena mengandung komponen-kompenen sulfur, karbon monoksida.

Pemisahan karbonmonoksida dapat dilakukan dengan mereaksikan hydrogen dengan uap pada suhu tinggi. Sedangkan hydrogen sulfide dapat dipisahkan dengan jalan melewatkan gas melalui ketel pemurnian yang diisi dengan besi sulfide (FeS).

2.6 Pembuatan mentega dalam skala produksi

Beberapa mentega dibuat dengan menghidrogenasi ikatan karbon-karbon rangkap yang terdapat pada minyak dan lemak hewani atau nabati. Minyak-minyak nabati sering memiliki kandungan lemak (minyak) tak-jenuh-tunggal (mono-unsaturated) dan tak-jenuh-majemuk (polyunsaturated) yang tinggi, olehnya itu minyak-minyak nabati berwujud cair pada suhu kamar. Kandungan lemak dan minyak yang tinggi ini membuat minyak-minyak nabati mudah tersebar tidak beraturan pada bahan makanan seperti roti, dan tidak cocok digunakan untuk pemanggangan kue (baking powder).

Mengeraskan minyak (meningkatkan titik lebur) dengan cara menghidrogenasinya digunakan bantuan katalis nikel. Beberapa kondisi (seperti suhu yang tepat, atau lamanya waktu hidrogen dilewatkan ke dalam minyak) harus dikontrol dengan hati-hati sehingga beberapa (tidak harus semua) ikatan karbon-karbon rangkap mengalami hidrogenasi. Prosedur ini menghasilkan sebuah “minyak yang terhidrogenasi parsial” atau “lemak yang terhidrogenasi parsial”.

Untuk memperoleh tekstur akhir yang diinginkan, anda perlu menghidrogenasi cukup banyak ikatan. Akan tetapi, ada manfaat kesehatan yang mungkin diperoleh ketika memakan lemak atau minyak tak-jenuh-tunggal atau tak-jenuh-majemuk ketimbang lemak atau minyak yang jenuh – sehingga semua ikatan karbon-karbon rangkap yang ada dalam minyak tersebut tidak perlu dihidrogeasi semuanya. Reaksi berikut menunjukkan proses hidrogenasi sempurna dari sebuah minyak tak-jenuh-tunggal yang sederhana.

2.7 Kekurangan hidrogen sebagai bahan untuk mengeraskan lemak dan minyak

Ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan akibat memakan lemak atau minyak yang terhidrogenasi. Ikatan-ikatan rangkap pada lemak dan minyak tak-jenuh cenderung membuat gugus-gugus yang ada di sekitarnya tertata dalam bentuk “cis”.

Suhu relatif tinggi yang digunakan dalam proses hidrogenasi cenderung mengubah beberapa ikatan C=C menjadi bentuk “trans”. Jika ikatan-ikatan khusus ini tidak dihidrogenasi selama proses, maka mereka masih cenderung terdapat dalam produk akhir mentega khususnya pada molekul-molekul lemak trans.

Konsumsi lemak trans telah terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol (khususnya bentuk LDL yang lebih berbahaya) – sehingga bisa menyebabkan meningkatnya risiko penyakit jantung. Proses apapun yang cenderung meningkatkan jumlah lemak trans dalam makanan sebaiknya dihindari. Baca dengan seksama label makanan, dan hindari makanan apapun yang mengandung (atau dimasak dalam) minyak terhidrogenasi atau lemak terhidrogenasi.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Hidrogenasi adalah reaksi kimia yang dihasilkan dengan adisi hidrogen (H2). Reaksi ini terjadi dengan penambahan hidrogen secara langsung pada ikatan rangkap dari molekul yang tidak jenuh sehingga dihasilkan suatu produk yang jenuh. Proses hidrogenasi pada minyak atau lemak bertujuan untuk membuat minyak atau lemak bersifat plastis serta menyebabkan kenaikan titik cair.

Adapun katalisator untuk proses hidrogenasi adalah platina, palladium dan nikel. Namun yang sering digunakan adalah nikel. Hydrogen yang dipergunakan pada proses hidrogenasi dibuat dengan proses elektrolisa dan proses steam iron. Salah satu proses hidrogenasi terdapat dalam proses pembuatan mentega.

Suhu relatif tinggi yang digunakan dalam proses hidrogenasi cenderung mengubah beberapa ikatan C=C menjadi bentuk “trans” sehingga mengkonsumsi lemak trans telah terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol

Daftar pustaka

Kataren, S. 2005. Pengantar teknologi minyak dan lemak pangan. Jakarta : Universitas Indonesia, Jakarta

Anonim. Hydrogenation. http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrogenation. diakses tanggal 27 November 2009

About these ads

4 responses to “hidrogenasi minyak dan lemak

  1. hujantanpapetir says:

    numpang baca yah…

  2. ba says:

    numpang copas….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: